Beyu journal news.com,-Tanah Datar- Di sini, masyarakat menyampaikan aspirasi, mengawasi jalannya pemerintahan, dan menyampaikan kritik. Ruang ini bukan sekadar tempat berkomunikasi, melainkan saluran penting bagi rakyat untuk berpartisipasi mengontrol jalannya kekuasaan.
Namun kenyataannya, kritik kerap dianggap sebagai ancaman. Setiap kali muncul sorotan terhadap kebijakan, sering kali muncul narasi penyeimbang yang tidak menjawab inti persoalan, melainkan berusaha membungkam pendapat tersebut. Alih-alih menjelaskan fakta, energi justru habis untuk menyerang pengkritik dan mempertanyakan niatnya.
Situasi ini makin memprihatinkan ketika pihak yang dekat lingkaran kekuasaan hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) ikut terlibat. ASN yang seharusnya netral dan objektif, justru terlihat membela kepentingan pejabat. Padahal tugas utama mereka adalah melayani rakyat, bukan menjadi pelindung citra pribadi penguasa.
Perlu dipahami, kritik bukan musuh negara atau pemerintah. Ia adalah peringatan dini yang menunjukkan adanya hal yang perlu diperbaiki. Pemerintahan yang sehat justru membutuhkan masukan agar tidak terjebak dalam rasa puas diri dan melupakan kepentingan publik.
Cara menyikapi kritik pun harus tepat. Jika ada kesalahan atau ketidaktahuan, jawablah dengan data dan bukti. Jika kritik itu benar, jadikan bahan perbaikan. Menyerang balik pengkritik hanya akan menimbulkan kesan bahwa pemerintah tidak siap mendengar dan lebih mementingkan pencitraan.
Sikap defensif yang berlebihan ini berisiko melahirkan budaya takut. Masyarakat menjadi enggan berpendapat karena khawatir mendapat tekanan atau stigma negatif. Akibatnya, ruang dialog menyempit dan hanya tersisa pujian yang tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Kekuatan seorang pemimpin tidak diukur dari banyaknya pujian, melainkan dari kemampuannya menerima masukan dan mengelola perbedaan pendapat. Demokrasi diuji bukan saat semua orang setuju, melainkan saat suara berbeda muncul dan diperlakukan dengan adil. Di situlah letak kepercayaan publik sesungguhnya dibangun.
Redaksi -Benni-